ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE JOB ORDER COSTING (Studi Kasus pada Usaha Batik Blimbing di Kota Malang)

Isanawati Manoppo

Abstract


Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada usaha Batik Blimbing di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi pada produk batik tulis dan batik cap di Batik Blimbing selama bulan Desember 2016. Perusahaan belum pernah menghitung harga pokok produksi secara akurat dengan menggunakan biaya aktual yang dikeluarkan, harga pokok produksi yang digunakan Batik Blimbing untuk menentukan harga jual hanya didasarkan pada asumsi. Penentuan biaya yang dilakukan perusahaan masih kurang tepat dalam penentuan biaya bahan baku dan biaya overhead pabrik, karena masih ada kesalahan pada penggolongan biaya dan ada beberapa biaya yang belum dimasukkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode job order costing. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan dan berdasarkan metode job order costing. Perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode job order costing lebih tinggi dibandingkan dengan harga pokok produksi yang dihitung oleh perusahaan. Oleh karena itu, perbaikan metode perhitungan harga pokok produksi pada Batik Blimbing diperlukan untuk dapat membantu perusahaan dalam membuat kebijakan berkaitan dengan penentuan harga jual dan penentuan laba yang diharapkan.

This is a descriptive research which runs a case study at Batik Blimbing, in Malang City. The objective of this research is to determine the calculation of cost of goods manufactured of batik tulis and batik cap in Batik Blimbing during December 2016. The company has never calculated cost of goods manufactured correctly using the actual amount of cost. The cost of goods manufactured used to determine its selling price is only based on assumption. The calculation is inaccurate in terms of determining material cost and overhead costs, because there is an error in the classification of costs and there are some costs that have not been entered by the company. Therefore, it is necessary to recalculate the cost of goods manufactured using job order costing method. The result shows that differences appear between the company’s calculation and the calculation using job order costing method, where the latter results in higher value. Therefore, an improvement on the calculation method of cost of goods manufactured will help the company in making policy in regards to

determination of selling price and expected profit.

Kata Kunci:  Biaya Produksi, Harga Pokok Produksi, Job Order Costing, Harga Jual


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.