REFLEKSI RENDAHNYA LITERASI KEUANGAN DI KALANGAN BURUH PABRIK: PENYEBAB DAN AKIBAT (Studi Kasus Buruh Pabrik di Kota Probolinggo)

Fadhlillah Rahmawati

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya survei yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai tingkat literasi keuangan di Indonesia, dimana survei tersebut menunjukkan bahwa persentase masyarakat dengan literasi keuangan baik hanya sebesar 21,84 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai penyebab dari rendahnya tingkat literasi keuangan, khususnya di kalangan buruh pabrik serta bagaimana pengaruhnya terhadap penggunaan produk-produk keuangan. Studi kasus digunakan sebagai metode untuk mencari penyebab-penyebab tersebut serta akibatnya tanpa melakukan generalisasi atas temuan yang diperoleh menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat penyebab yang mengakibatkan rendahnya literasi keuangan di kalangan buruh pabrik kota Probolinggo,  yaitu tidak ada waktu untuk mencari  informasi,  produk  lembaga keuangan  sulit  untuk  dipahami,  tidak  memiliki kepercayaan diri dalam menggunakan salah satu atau beberapa produk lembaga keuangan, dan pendapatan perbulan dirasa terlalu kecil. Hal tersebut berdampak pada penggunaan produk lembaga keuangan seperti tabungan, pinjaman, investasi dan asuransi. Oleh karena itu perlu adanya kontribusi dari masing-masing pihak yang terkait dengan masalah tingkat literasi keuangan, mulai masyarakat, pemerintah, dan juga lembaga-lembaga keuangan dalam upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan, khususnya di kalangan buruh pabrik.

Kata  kunci:  literasi  keuangan,  buruh  pabrik,  penyebab rendahnya  literasi keuangan, akibat dari rendahnya literasi keuangan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.