ANALISIS PERKEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH SEBELUM DAN SESUDAH MENERIMA PEMBIAYAAN LEMBAGA KEUANGAN (STUDI KASUS : PELAKU UMKM PENGUSAHA WANITA PADA PAGUYUPAN PEREMPUAN MANDIRI SUMBER PERUBAHAN DI KOTA MALANG)

EKA KURNIA SARI

Abstract


Pengusaha mikro perempuan mempunyai permasalahan dalam hal teknis dan struktural. Problematika teknis usaha perempuan mengalami hambatan yang sama seperti kekurangan modal, keterbatasan penguasaan teknologi tepat guna, terbatasnya jaringan pasar, ketrampilan manajemen dan pengusaan ketrampilan teknis. Sedangkan permasalahan struktural berupa peraturan yang tidak adil dalam hal pemberian kredit serta perempuan merasa kesulitan dalam pengembangan usaha  karena keterbatasan waktu yang dibagi antara keluargadan pekerjaan rumah.Sesuai dengan teori Grameen bank yang diterapkan di Bangladesh, yakni memprioritaskan kelompok perempuan dalam sasaran pemberian kredit. Kelompok perempuan dianggap sebagai sasaran efektif karena pendapatan tambahan yang berpengaruh untuk memperbaiki kehidupan rumah tangga, termasuk kesehatan dan kesejahteraan keluargannya. Tingkat konsumsi yang lebih tinggi akan menunjukkan peran perempuan mengarah ke pemberdayaan. Pemberdayaan tersebut akan menciptakan suatu usaha produktif baik untuk diri sendiri ataupun orang lain. Peran perempuan dalam hal ini memperkuat tripple burden of women dimana perempuan melakukan fungsi reproduksi,produksi dan asosiasi di masyarakat Penelitian ini bertujuan (1) untuk  mengetahui dampak inklusi keuangan terhadap pelaku usaha wanita (2) mengetahui pertumbuhan profitabilitas usaha sebelum dan sesudah menerima pembiayaan dari lembaga keuangan (3) mengetahui strategi pengembangan usaha 5P (Product, Price, Place,Promotion,People) yang diterapkan oleh pelaku UMKM pengusaha wanita dan  (4) mengetahui pemanfaatan fasilitas pemerintah atau lembaga keuangan dalam pengembangan usaha oleh pelaku UMKM pengusaha wanita. Jumlah sampel  yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang menerima pembiayaan dari lembaga keuangan. Penelitian ini menggunakan crosstabulation dan uji paired test SPSS untuk mengetahui perkembangan usaha sebelum dan sesudah menerima pembiayaan dari lembaga keuangan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non random sampling dan data yang dikumpulkan melalui kuesioner. Berdasarkan hasil crosstabulation inklusi keuangan berpengaruh terhadap masyarakat  bahwa mayoritas mereka sudah menggunakan lembaga keuangan dengan baik. Hasil uji paired mengidentifikasikan adanya perbedaan perkembangan usaha sebelum dan setelah menerima pembiayaan tekait pertumbuhan profitabilitas dan strategi pengembangan usaha 5P (Product, Price, Place,Promotion,People) yang diterapkan oleh pelaku UMKM pengusaha wanita. Namun pemanfaatan fasilitas pemerintah atau lembaga keuangan dalam pengembangan usaha belum diterapkan atau diikuti oleh masyarakat.

Kata Kunci : Pengusaha Mikro Perempuan, Grameen Bank, Uji Paired Test, Perkembangan Usaha.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.