Analisis Tata Letak Bisnis Ritel Melalui Pendekatan Perilaku Konsumen (Studi Kasus KPRI Universitas Brawijaya)

DEVI NURINDAH SARI

Abstract


Perkembangan bisnis ritel di Indonesia kian pesat di tahun 2017 menuntut peritel agar memperhatikan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Faktor tersebut salah satunya yaitu tata letak produk yang strategis dan tepat. Tata letak yang tepat dapat diketahui dari pola perilaku konsumen. KPRI UB salah satu koperasi yang menjalankan bisnis ritel. Tata letak yang telah diterapkan oleh KPRI UB menunjukkan beberapa kelemahan seperti penempatan snack eceran di tempat yang berbeda dan berjauhan. Produk souvenir yang tercampur dengan produk peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Data pembelian konsumen dapat digunakan untuk mengetahui pola perilaku konsumen menggunakan metode Market Basket Analysis (MBA). MBA yaitu  metode yang dapat menganalisis hubungan antar produk –produk yang cenderung dibeli oleh konsumen. Hubungan tersebut dilihat dari tiga parameter yaitu support factor, confidence factor, dan improvement ratio. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 48 pasang produk yang valid untuk dijadikan petunjuk dalam penyusunan tata letak baru. Beberapa produk bernilai support tinggi diletakkan dekat dengan pintu masuk dan area kasir guna memicu konsumen datang. Produk makanan dengan nilai confidence tinggi disebarkan merata di sisi kiri toko dan produk non-makanan di sisi kanan toko. Produk yang tidak lolos dalam penyaringan diletakkan di tengah ruangan agar mudah terlihat dan dijangkau konsumen.

 

Kata kunci : Tata letak, Perilaku konsumen, Market basket analysis, Support,Confidence, Improvement ratio


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.