OPTIMALISASI SUKUK NEGARA MELALUI ANALISIS PENENTUAN YIELD DAN KONDISI MARKET SHARE

Laili Salista Romdani

Abstract



Sukuk sebagai salah satu instrumen utang negara yang masih baru ternyata memiliki beberapa kendala dalam
perkembangannya. Dua kendala dalam penerbitan Sukuk diantaranya adalah ketiadaan Islamic Benchmark
Rate atau masih tergantung pada Conventional Benchmark Rate dan likuiditas pasar Sukuk yang masih rendah
akibat dari penerbitan Sukuk yang terbatas. Untuk membuktikan kenyataan hal tersebut terjadi pada Sukuk di
Indonesia, maka perlu penelitian lebih lanjut mengenai kedua kedala itu. Hasil penelitian ini sekaligus akan
menjadi bentuk optimalisasi Sukuk Negara di masa yang akan datang. Pertama, terkait Sukuk yang masih
mengacu pada pasar konvensional dan makroekonomi akan dibuktikan pada: yield Sukuk yang dipengaruhi
oleh pasar domestik yang diwakili dengan yield SUN, pasar internasional yang dipengaruhi oleh yield UST,
serta makroekonomi yang diwakili oleh exchange rate rupiah ke US dollar. Penelitian ini menggunakan metode
VAR/VECM. Kedua, kaitannya dengan likuiditas Sukuk yang mengakibatkan penerbitan Sukuk terbatas diteliti
lebih lanjut mengenai kondisi market share Sukuk dengan melihat hubungan antara outstanding Sukuk yang
masih bergantung pada outstanding SUN dengan menggunakan metode regresi linier senderhana. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa: yield Sukuk masih mengacu pada yield SUN yang mencerminkan pasar
keuangan konvensional domestik, yield Sukuk mengacu pada yield UST yang mencerminkan pasar konvensional
keuangan global, yield Sukuk mengacu pada exchange rate USD/IDR yang mencerminkan keadaan
makroekonomi Indonesia, dan kondisi pangsa pasar Sukuk masih dipengaruhi oleh pangsa pasar SUN, yaitu
kenaikan 1 satuan rupiah outstanding SUN membuat kenaikan 0.3 satuan rupiah outstanding Sukuk. Setelah
dilakukan penelitian ini, terdapat beberapa saran optimalisasi Sukuk Negara diantaranya adalah Pemerintah
Indonesia mampu membuat dan menggunakan Kerangka Islamic Benchmark, investor mengurangi kepanikan
atau sentimen investor akan guncangan pergerakan pasar atau indikator makroekonomi karena tidak
menimbulkan dampak permanen, dan pemerintah harus memperluas market share Sukuk Negara dengan
minimal target sama dengan SUN sebagai instrumen yang memiliki kedudukan sama sebagai instrumen
pembiayaan APBN Indonesia.
Kata kunci: Sukuk Negara, Yield Sukuk, Market Share Sukuk, Vectorautoregression(VAR), Regresi Sederhana


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.