ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI JAWA TIMUR (PENDEKATAN SPASIAL)

Dwi Astutik

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah kemiskinan yang menjadi isu utama yang menghambat pembangunan di Jawa Timur. Pasalnya, tingkat kemiskinan Jawa Timur selalu berada diatas rata-rata nasional tahun 2010-2019 dan menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia yakni 4,05 juta jiwa (BPS, 2019). Masalah kemiskinan di Jawa Timur menjadi sangat krusial, khususnya dengan hadirnya beberapa daerah yang menjadi kantong kemiskinan. Oleh sebab itu, maka perlu kiranya menyusun strategi percepatan penurunan kemiskinan di Jawa Timur dengan terlebih dahulu mengkaji faktor - faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Jawa Timur dengan mempertimbangkan aspek spasial. Serta mengkaji apakah terdapat keterkaitan kemiskinan antar daerah Kabupaten/
Kota di Jawa Timur ataukah tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometri spasial dengan karakteristik data panel yang melibatkan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur kurun waktu 2010-2019.Hasil estimasi dari peneitian ini menunjukan bahwa terdapat keterkaitan kmiskinan antar wilayah di Jawa Timur yang ditunjukkan melalui indeks moran yang signifikan kuat diatas 0.5 dan besarnya dilihat dari nilai Rho rentang 0.48-0.64. Kemudian, berdasarkan nilai AIC terkecil maka model terbaik yang digunakan yakni model SAR dan SAC, dengan variabel indeks pendidikan konsisiten
signifikan mengurangi tingkat kemiskinan. Sementara indeks kesehatan dan panjang jalan mantap tergantung pada model yang digunakan, jika menggunakan model SAR maka signifikan dan jika menggunakan model SAC menjadi tidak signifikan. Sementara itu, variabel ketersediaan listrik dan tingkat pengangguran terbuka secara konsisten tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Dalam hal ini, meningkatnya akses pendidikan dan kesehatan akan memperbaiki kualitas sumberdaya manusia, dimana keterampilan dan produktivitas seseorang akan meningkat, yang pada akhirnya akan menurunkan angka kemiskinan disuatu daerah serta daerah sekitarnya. Sementara itu, meningkatnya akses jalan cenderung akan meningkatkan kemiskinan suatu daerah dan daerah sekitar, karena semakin terbukanya akses keluar masuk ke suatu daerah yang akan menyebabkan terjadiya urbanisasi berlebih terutama di daerah perkotaan. Mengingat hasil penelitian ini yang membuktikan bahwa terdapat keterkaitan kemiskinan antar wilayah di Jawa Timur, maka guna mempercepat penurunan kemiskinan, dibutuhkan sinkronisasi kebijakan kemiskinan yang terpadu antar wilayah. Selain itu, pembangunan infrastruktur fisik dan non fisik juga penting untuk dilakukan, akan tetapi yang lebih penting adalah aksesibilitas orang miskin. Dimana pembangunan infrastruktur jalan, seharusnya juga diimbangi dengan kebijakan penurunan kemiskinan khususnya daerah perkotaan. Sehingga urbanisasi yang terjadi tidak memindahkan kemiskinan dari daerah asal ke daerah tujuan.

Kata kunci: Tingkat Kemiskinan Jawa Timur, Ekonometrika Spasial, SAR, SAC, Keterkaitan Spasial, Indeks Moran, Faktor Penyebab Kemiskinan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.