PELUANG PEMANFAATAN ASET TANAH WAKAF MELALUI PENERBITAN SUKUK SEBAGAI PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA

Achmad Fauzan Fajar

Abstract


Sejak berlakunya Undang-Undang No 41 Tahun 2004, paradigma pengelolaan wakaf mengalami perkembangan yang siginifikan, akan tetapi dalam prakteknya pengelolaan wakaf masih belum dialokasikan untuk hal produktif terutama dalam pengelolaan aset tanah wakaf menurut Badan Wakaf Indonesia. Indonesia memiliki potensi wakaf yang besar, sehingga mempunyai peluang untuk dikelola salah satunya dapat dialokasikan untuk kebutuhan infrastruktur melalui penerbitan sukuk. Sukuk Link Wakaf (SLW) merupakan jawaban dari permasalahan pengelolaan tanah wakaf saat ini. Akan tetapi SLW sejauh ini belum memiliki sistem dan akad yang jelas serta belum diterapkan di Indonesia. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peran dari pengelolaan aset tanah wakaf melalui sukuk atau sukuk berbasis wakaf untuk infrastruktur di Indonesia sangat besar melihat dari kebutuhan anggaran proyek infrastruktur yang dibiayai oleh sukuk. Pengelolaan sukuk berbasis wakaf bukan pertama kali di dunia namun sukuk berbasis wakaf juga sudah dikembangkan oleh negara Arab Saudi dan Singapura dengan model yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing negara. Pemerintah Indonesia dapat mengembangkan sukuk berbasis wakaf menggunakan akad mudharabah atau akad Ijarah dengan melibatkan beberapa stakeholder. Sehingga dengan itu aset tanah wakaf yang luas di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk hal yang produktif salah satunya sebagai alternatif sumber pembiayaan infrastruktur melalui sukuk dan juga memberikan efek yang berkelanjutan kepada masayarakat Indonesia.

Kata Kunci : Tanah Wakaf, Sukuk, Pembiayaan, Infrastruktur


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.