Identifikasi Kontrak Pada Transportasi Online (Studi Kasus pada Transportasi Online Ojek online Kota Malang)

Randy Gaung Kumaraning Al Islam

Abstract


Salah satu inovasi layanan yang memanfaatkan teknologi terkini adalah bisnis transportasi online berbasis aplikasi. Bisnis Transportasi online di Indonesia di pelopori oleh Uber yang telah hadir di tanah air sejak tahun 2014, setahun berselang hadirlah Ojek online pada Januari 2015 dan disusul oleh GrabTaxi 4 bulan setelahnya (Pratama, 2015). Dari sinilah perkembangan dari transportasi online mulai berkembang, bertambah dan bersaing. Inovasi ini dengan cepat merebut hati banyak orang, khususnya yang rajin memanfaatkan jasa transportasi online. Tak heran, jika model bisnis seperti ini terus mengalami perkembangan di tengah pro dan kontra di masyarakat. Patut diakui meski masih dihiasi dengan berbagai polemik, bisnis seperti ini menyuguhkan banyak manfaat buat banyak pihak mulai dari pengguna, driver hingga pebisnis itu sendiri. Metode penelitian dalam penelitian ini dekriptif kualitatif. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah e contract yang dilakukan di Ojek online tersebut dapat dipersamakan dengan perjanjian baku dikarenakan e-contract tersebut dibuat secara sepihak dan ketiadaan ruang negosiasi oleh pihak lainnya. Perjanjian baku telah dibuat secara sah, namun tidak memperhatikan salah satu prinsip syariah yang ditetapkan yaitu prinsip kebebasan berkontrak dan prinsip keseimbangan (tawâzun). Hak dan kewajiban antara para pihak tidak seimbang karena klausul perjanjian telah dibuat secara baku oleh pihak pengelola aplikasi ojek online yang bertujuan untuk memproteksi dirinya dari segala kerugian yang mungkin dilakukan oleh pihak mitra (driver Ojek online), dan tidak diberi kesempatan untuk memberikan pendapat, saran ataupun kesempatan untuk merevisi klausul perjanjian baku pembiayaan tersebut.

Kata Kunci : Kontrak, Transportasi, Online


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.