ANALISIS DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGGUNA JALAN AKIBAT KEMACETAN LALULINTAS (STUDI KASUS AREA SEKITAR UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG)

Azhar Aris, Khusnul Ashar

Abstract


Jumlah kendaraan di Kota Malang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup tinggi, akan tetapi
tidak diimbangi dengan infrastruktur lalulintasnya, yang akhirya menyebabkan kemacetan.  Beberapa ruas jalan
yang kerap dilanda kemacetan panjang dana lama  sering terjadi di pertigaan lampu merah Jalan Dinoyo,
perempatan lampu merah ITN dan pertigaan jembatan Soekarno Hatta. Jika dilihat dari ketiga kawasan tersebut,
kawasan tersebut yakni merupakan sebuah kawasan dari Universitas Brawijaya. Dampak sosial ekonomi akibat
kemacetan jelas lebih terlihat dari sisi manfaat yang hilang dan biaya yang dikeluarkan.Yakni kemacetan membuat
laju kendaraan melambat atau bahkan terhenti (stuck position). Kondisi ini membuat penggunaan BBM meningkat
karena mesin menyala lebih lama sehingga pengendara harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk
pembelian BBM.  Pengguna jalan yang bekerja juga dapat kehilangan jam kerja mereka karena terlambat masuk
kantor sehingga disini mereka kehilangan waktu yang terjadi akibat kemacetan. Selain itu juga pengguna jalan
mengalami suatu perubahan kondisi fisik maupun mental yang berdampak seperti stress dan lelah yang hal ini
berhubungan dengan kenyamanan pengguna jalan dalam berkendara   
Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif, hasil yang
ditemukan adalah  didapatkan kerugian dalam pemakaian BBM yang sebesar Rp.25.000,00 per mobil dan
Rp.4.230,77 per motor. Potensi ekonomi BBM yang hilang akibat kemacetan yang ditanggung Kota Malang setiap
bulannya mencapai Rp.21,381,920,38. Dan untuk kerugian dalam segi waktu didapatkan waktu selama 10.56 menit
per mobil dan 7,5 menit per motor dalam mencapai tujuan. Pendapatan yang hilang akibat kemacetan dari seorang
pengguna jalan adalah Rp 1.079,30. Total hilangnya potensi ekonomi dari waktu akibat kemacetan di Kota Malang
adalah Rp.461.052.136,10 per hari. terkait dengan kenyamanan, diperolah hasil pada kategori tinggi, yang berarti
bahwa tingkat kenyamanan pengguna jalan dikatakan rendah. mengindikasikan bahwa sebagian besar pengguna
jalan merasakan stress saat mereka terjebak dalam kemacetan  

Kata kunci: Kemacetan, BBM, Jalan, Pengguna Jalan, Sosial Ekonomi 

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.