ANALISIS EKONOMI KEJAHATAN PADA TRANSAKSI ROKOK TANPA CUKAI (Studi Kasus di Kota Blitar)

Yezzie Angga Pravitasari

Abstract


Sekitar 96% persen pendapat negara diperoleh dari cukai tembakau. Sebaliknya,
semakin besar industri rokok dimanfaat seseorang untuk memperoleh keuntungan lebih yaitu
dengan memproduksi rokok tanpa cukai. Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui perilaku
ekonomi kejahatan pada transaksi rokok tanpa cukai. Ekonomi kejahatan yang dimaksud adalah
menganalisis perilaku setiap individu sebagai upaya merespon terhadap segala bentuk tindakan
yang diatur dalam hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
Simbolik Interaksionisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan ada 6 merek rokok
tanpa cukai di daerah Blitar. Peneliti juga mengurai beberapa proses transaksi rokok tanpa
cukai: pertama, distributor mempunyai peran ganda yaitu sebagai pemasok bahan baku serta
penyalur rokok tanpa cukai. Rokok tanpa cukai yang didapat akan dipasarkan ke beberapa
daerah, kedua, rokok tersebut akhirnya sampai ke tangan toko grosir, ketiga, toko grosir akan
menawarkan ke beberapa pengecer dan kemudian pengecer menjualnya kepada konsumen akhir.
Disamping itu, penelitian ini juga menunjukkan alasan mengapa transaksi rokok tanpa cukai tetap
dilakukan yang diantaranya adalah keuntungan. Dalam konteks punishment,  penelitian ini
membuktikan bahwa bukan hanya pabrik kecil yang melakukan tindakan pelanggaran cukai
melainkan pabrik yang berskala besar dan ternama. Selain itu, penyitaan serta denda tidak
menyurutkan kegiatan perdagangan rokok tanpa cukai. Fakta lain yang ditemukan telah terjadi
pelanggaran oleh pihak aparat terkait dengan transaksi rokok tanpa cukai.

Kata Kunci: Rasionalitas, Ekonomi Kejahatan, Punishment


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.